Perkembangan Fisik Peserta Didik

Perkembangan Fisik Peserta Didik 

Ditulis oleh : Berliana Br Sitorus (2303011018)

Mahasiswa FKIP Semester 3 

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universtitas Dharmas Indonesia




    Pada hakikatnya perkembangan dapat dilihat dari perubahan secara sistematis yang meliputi perkembangan terhadap fungsi-fungsi fisik dan juga psikis. Perkembangan merupakan proses yang dilalui peserta didik yang melibatkan aspek jasmani dan rohani yang secara bertahap menuju tingkat kedewasaan. Terdapat empat aspek yang mempengaruhi perkembangan yang meliputi: 1) sistem syaraf, emosi dan kecerdasan dipengaruhi oleh sistem syaraf, 2) Kemampuan motorik dan kekuatan seseorang dipengaruhi oleh otot-otot pada manusia, 3) Kelenjar endokrin, merupakan suatu kelenjar yang dapat mempengaruhi pola-pola tingkah laku baru dalam hal inilah terdapat beberapa tingkatan yang berbeda dari Peserta didik Usia dini, Anak-anak, remaja dan dewasa, 4) struktur fisik atau tubuh, hal inilah yang dapat terlihat jelas misalnya berat badan, tinggi badan, postur tubuh dan sebagainya.
 Perkembangan peserta didik setiap tingkatannya akan berbeda. Berbagai faktor menjadi pengaruh terhadap setiap perkembangan peserta didik. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Proses perkembangan akan berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Pembelajaran harus mampu mengembangkan kecakapan hidup anak dari berbagai aspek secara menyeluruh. Berbagai kecakapan dilatihkan agar anak kelak menjadi manusia seutuhnya.
     Bagian dari diri anak yang dikembangkan meliputi fisik-motorik, intelektual, moral, sosial, emosi, kreativitas, dan bahasa. Tujuannya adalah agar kelak anak berkembang menjadi manusia yang utuh dan memiliki kepribadian atau akhlak mulia, cerdas dan terampil, mampu bekerja sama dengan orang lain, mampu hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Perkembangan anak yang tidak diperhatikan dengan baik maka akan berdampak buruk bagi anak. Kita lihat pada zaman modern sekarang, penggunaan teknologi canggih pada anak usia dini mulai meningkat dan ditambah kurangnya tempat bermain luar ruangan yang aman. Hal ini dapat memicu anak prasekolah kurang banyak melakukan aktivitas gerak, dan juga dapat mengurangi motivasi dan kesempatan bagi anak-anak untuk berlari, melompat, dan menggerakkan tubuh mereka. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka perkembangan fisik-motorik anak tidak berkembang dengan baik.
       Salah satu ciri kegiatan belajar mengajar adalah terjadinya interaksi antara guru dan siswa. Masing-masing memiliki tugas yang saling mendukung. Siswa bertugas untuk belajar dan guru bertugas mendampingi siswa dalam belajar. Dalam kegiatan belajar, siswa diharapkan mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang meliputi tujuan umum dan tujuan khusus. Sesuai orientasi baru pendidikan, siswa menjadi pusat terjadinya proses belajar mengajar (student center) maka standar keberhasilan proses belajar mengajar itu bergantung kepada tingkat pencapaian pengetahuan, keterampilan dan afeksi oleh siswa.
     Otak mempunyai pengaruh yang sangat menentukan bagi perkembangan aspek-aspek perkembangan individu lainnya, baik keterampilan motorik, intelektual, emosional, sosial, moral maupun kepribadian. Pertumbuhan otak yang normal (sehat) berpengaruh positif bagi perkembangan aspek-aspek lainnya. Sedangkan apabila pertumbuhannya tidak normal (karena pengaruh penyakit atau kurang gizi) cenderung akan menghambat perkembangan aspek-aspek tersebut. Mengenai pentingnya gizi bagi pertumbuhan otak, dari beberapa hasil penelitian pada hewan membuktikan bahwa gizi yang buruk (malnutrisi) yang diderita induk hewan mengakibatkan sel otak janin lebih sedikit daripada janin yang induknya yang tidak mengalami malnutrisi.
    Perkembangan fisik anak usia dasar pada dasarnya dipengaruhi banyak faktor, baik faktor internal atau faktor eksternal. Perkembangan fisik peserta didik akan mempengaruhi proses belajar peserta didik, sehingga sangat penting bagi pendidik untuk memahami karakteristik perkembangan fisik peserta didiknya. Salah satu ciri kegiatan belajar mengajar adalah terjadinya interaksi antara guru dan siswa. Sesuai orientasi baru pendidikan, siswa menjadi pusat terjadinya proses belajar mengajar maka standar keberhasilan proses belajar mengajar itu bergantung kepada tingkat pencapaian pengetahuan, keterampilan dan afeksi oleh siswa. Oleh karenanya guru sebagai pendesain pembelajaran sudah seharusnya mempertimbangkan karakteristik siswa baik sebagai individu maupun kelompok.
    Perkembangan fisik dan motorik anak harus dipertimbangkan dalam konteks tertentu. Mengangkat kepala atau duduk tanpa bantuan bayi bukanlah sumber eksklusif proses pematangan (yang bergantung pada usia) sebagai fisik dan karakteristik social lingkungan memainkan peran penting di dalamnya juga. Adolph dan Berger menggunakan contoh merangkak dan belajar berjalan untuk menggambarkan berapa banyak praktik sehari-hari dan harapan ibu dalam membesarkan anak-anak signifikan untuk menguasai tolok ukur motorik. perkembangan fisik merupakan pertumbuhan yang terjadi pada diri seorang anak yang melibatkan perkembangan otak, system syaraf, atau dengan kata lain bias disebut dengan perkembangan secara fisiologis. Anak dengan umur yang sama tidak berarti mempunyai pertumbuhan dan perkembangan fisik atau biologis yang sama, pun anak perempuan dan laki-laki juga tidak berarti mempunyai pertumbuhan dan perkembangan fisik yang sama.
    Perkembangan yang menjadi pembahasan disini bagaimana perkembangan fisik, inteligensi, emosi dan bahasa pada anak usia dini. Perkembangan fisik yang terlihat sebenarnya sesuai pada umur anak seperti pertumbuhan gigi,perkembangan tinggi dan berat badan anak, perkembangan inteligensi untuk melihat bagaimana kemampuan inteligensi (kecerdasan) dimasa anak, bagaimana emosi anak ketika lebih dominan atau berpengaruh pada orang yang dekat dengan anak, bagaimana perkembangan bahasa anak yang mengalami tahap-tahap sehingga menuju proses yang kompleks. Dimulai dari perkembangan dari segi postur tubuh, perkembangan inteligensi anak yang mengalami IQ diatas atau dibawah rata-rata, perkembangan emosi yang lebih dominan pada rasa senang, sedih, gelisah, dan terluka. 
    






Komentar